Quintel Blogger theme

A free Premium Blogger theme.

bernard louis dan agenda yahudi

Pada Maret – April 2003, Amerika menyerang Irak, membubarkan militer, dan memecah belah negara tersebut. Lalu mendirikan sebuah negara yang berdasarkan sekte dan etnis melalui perwakilan mereka di Irak, Paul Bremer. Hal itu dilakukan lewat 'Majelis Pemirintahan', lalu 'Pemerintah' lalu 'Pemilu' yang memecah belah Irak atas dasar golongan, mazhab, dan suku.

Lalu pada September 2007, tepatnya tanggal 29, Dewan Kongres Amerika membuat sebuah keputusan, yaitu membagi Irak menjadi 3 negara kecil ; Kurdi di Utara, Sunni di Barat, dan Syi'ah di Tengah dan Selatan. Dan hal itu terjadi setelah mereka berhasil menyulut api perpecahan antar golongan syiah dan sunni, untuk pertama kalinya dalam sejarah Irak.

Banyak orang yang tidak memahami sejarah, mereka mengambil kesimpulan tanpa memahami. Mereka sangka bahwa apa yang dilakukan Amerika terhada Irak adalah suatu keputusan yang 'baru dan tiba-tiba'. Karena mereka belum tahu,-atau lupa- rencana penjajahan yang diarsiteki, dirancang, dan bahkan diumumkan oleh kaum Salibis barat dan Zionis Yahudi, sejak berdirinya Israel. Yaitu kira-kira 60 tahun lalu, dan eksekusi dari rencana itu sekarang sedang dilakukan di Irak.

Seorang orientalis bernama Bernard Louis, -asli Inggris, kewarganegaan Amerika- mempublikasikan sebuah hasil penelitian di Majalah Kementrian Pertahanan Amerika (Pentagon), pada waktu yang bersamaan dengan berdirinya Imperialisme Barat oleh Zionis Yahudi di Palestina, 1948. Dalam hasil penelitian tersebut, dia mengusulkan untuk menininjau kembali serta mengembangkan ’pemecahan dunia islam’ khususnya dari Pakistan ke Maroko, lalu mendirikan lebih dari 30 political entity baru diluar negara2 islam di dunia yang telah ada sekarang yang terbagi jadi 56 negara.

Dengan kata lain. Mereka ingin menjadikan dunia Islam sebagai sebuah mozaik kertas yang tergambar di atasnya 88 negara, sebagai ganti dari 56 negara yang ada sekarang. Ini artinya akan semakin banyak perpecahan, peperangan, dan penderitaan yang terjadi. Selanjutnya akan menjadikan setiap political entity sangat lemah. Hal ini akan menambah parah keadaan mereka. Lalu ,mereka menjalin hubungan baik dngan musuh hakiki mereka. Tentang ini, Louis dengan terang terangan berkata : Perpecahan dunia Islam ini adalah benar benar sebuah jaminan bagi keamanan Israel, yang juga akan menjadi kekuatan yang paling kuat di tengah tengah mozaik tersebut.

Louis merinci rencana Zionis untuk memecah dunia Islam dalam majalah Pentagon sebagai berikut :

1. Menggambukan provinsi Balochistan di Pakistan dengan wilayah Blousin, sebuah wilayah di samping Iran. Untuk mendirikan negara baru bernama Balochistan.
2. Menggabungkan wilayah barat laut Pakistan dengan wilayah Pastun di Afghanistan. Untuk mendirikan sebuah negara baru bernama Pasthunistan.
3. Menggabungkan wilayah Kurdi di Iran, Irak, dan Turki, dan mendirikan sebuah negara baru bernama Kurdistan.
4. Membagi Iran kepada 4 kedaulatan baru ; Iranistan, Azerbijan, Turkimenistan, dan Arabistan.
5. Membagi Irak mejdi 3 kekuatan ; Kurdi, Sunni dan Syi'ah.
6. Membagi Suriah menjaddi 3 kekuatian ; Dursiyyah (Darwisiyyah) Alawiy, dan Sunni.
7. Membagi Jordan menjadi 2 entitas ; Badawi dan Palestinian.
8. Membagi Saudi menjadi kabilah kablah yang terpecah belah. Seperti keadaan sebelum mereka bersatu pada tahun 1933
9. Membagi Lebanon menjadi 5 kekuatan ; Kristen, Syiah, Sunni, Darwis, dan Alawi.
10. Membagi mesir setidaknya menjadi 2 negara : Islam dan Kristen Koptik.
11. Membagi Sudan menjadi 2 negara : Negro di selatan, arab di Utara (ini sudah terjadi pada Januari 2011, makalah ini ditulis pada 2010)
12. Membagi Maroko antar arab dan bangsa Barbar.
13. Meninjau kembali entitas Mauritania dalam perselisihan yang terjadi antar Arab, negro, dan campuran.

Tujuan rencana ini, tulis Louis, adalah : "Israel akan melihat bahwa perselisihan tiada habisnya yang terjadi antar bagian di tubuh dunia islam ini akan menyebabkan ia lumpuh. Selanjutnya hal ini akan menjadikannya lebih lemah dari Israel. Ini dapat menjamin superioritas dan keunggulan Israel setidaknya selama setengah abad.

Betul, rencana ini telah dirancang dan dipublikasikan 60 tahun lalu. Jauh jauh hari sebelum pelaksanaannya, yaitu pada hari hari yang sedang kita lewati ini.

Oleh Dr Muhammad Imarah alihbahasa oleh Qudwah Sipit

Untuk membaca versi aslinya silahkan lihat disini atau disini

Bencana

Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
lewat perut anakanakmu yang kelaparan
Tuhan telah menegurmu
lewat semayup suara azan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup menahan kesabaran
lewat gempa bumi yang bergoncang
deru angin yang meraungraung kencang
hujan banjir yang melintang pukang
adakah kau dengar?
-Apip Mustopa-

Setiap bencana datang tiba tiba. Meski seringnya diawali oleh tanda tanda dan prediksi prediksi namun ia tetap saja datang tiba tiba. Dan ketika ketika bencana itu mengilat di depan matamu dan melahap apapun milikmu kau hanya bisa bisa berkata : Ya Allah, mengapa kau timpakan ini kepadaku?.

Lalu kau baru mengingat semua dosa dosa yang pernah kau lakukan, satu demi satu terpampang di hadapanmu,memori yang selama ini sangat sulit terbuka, terbuka begitu lancar, kau kehilangan banyak sesuatu yang kau kumpulkan bertahun tahun dalam beberapa kejapan mata, cepat nian, bahkan terlalu cepat, katamu.

Bersabar. Kata pendek sarat makna. Sering dianggap oleh yang terkena bencana sebagai sebuah dongeng sebelum tidur, padahal kesabaran adalah pekerjaan yang sangat mulia: Sesungguhnya Allah bersama orang sabar. bukanlah sekedar slogan kosong, itu adalah janji Allah.

Penyesalan itu di akhir. Dan tak ada manfaatnya. Kecuali apabila ia jadi pelajaran buat masa mendatang. Sesungguhnya bencana yang berentet –bukan hanya di Indonesia, bahkan di dunia—akhir akhir ini tak lain disebabkan laku manusia sendiri, mungkin akumulasi dosa manusia membuat bumi gerah dan penat, sehingga sedikit bergeliat untuk mengusir penat.

Suatu fakta yang paradoks, orang orang baik banyak yang terkena musibah, namun justru orang yang dikenal tidak baik luput dari bencana. Mungkin Allah kasihan melihat orang orang baik berada di tengah orang orang tidak baik, sehingga ia diambil Allah agar tak terhanyut mereka. Dan Allah juga kasihan pada orang yang tak baik, supaya mereka bertaubat dan mengambil pelajaran dari bencana.

Orang tua tak mungkin membiarkan anaknya main api yang akan membakar dirinya, atau merusak barang—milik siapapun, maka apa-bila mereka mendapati anaknya berbuat seperti itu, maka ia akan dinasehati, dan bila terus ndablek melakukanny maka ia akan diberi sedikit teguran yang agak keras, lalu pukulan, setidaknya jeweran atau cubitan. Semuanya karena sayang. Apabila orang tua telah kehilangan rasa sayangnya maka ia akan membiarkan anaknya berbuat munkar sehingga ia merasakan akibatnya sendiri.

Mungkin itulah analoginya, bencana bencana ini adalah ‘cubitan’ Allah agar kita tak jadi hamba bandel yang ngelunjak kepada-Nya, agar kita jadi hamba penurut yang disayang-Nya. Berarti Allah masih sayang karena kita masih diperingatinya. Bila tidak? Tentu Allah akan membiarkan kita mabuk lalai sehingga jatuh ke neraka.

Dan hamba yang tak kena ‘cubit’ bukannya hanya sekadar merasa lega atau sekedar kasihan pada saudaranya. (Salah satu) yang mesti dilakukannya adalah: Bagaimana agar ia tak terkena cubitan itu? Tentunya dengan cara menurut dan menghentikan kebiasaannya merusak bumi (salah satunya) dengan bermaksiat. Wallahu A’lam.